Nahwu Qulub – Pandangan Sufistik mengenai Ilmu Tata Bahasa

Nahwu Qulub – Pandangan Sufistik mengenai Ilmu Tata Bahasa

Rp57.500

PANDUAN BELAJAR ILMU RETORIKA OTODIDAK – Buku Panduan Belajar Ilmu Retorika Otodidak ini  merupakan buku ajar terpercaya yang dipakai di sekolah-sekolah Mesir dan kawasan Timur Tengah untuk  lebih mengerti bahasa Arab dengan baik dan benar.  Praktis, sistematis dan mudah dipahami.

Buku ini terdiri dari tiga disiplin ilmu yang membentuk  ilmu Balagah, yaitu ilmu Bayan, ilmu Ma’ani dan ilmu Badi’.  Dengan ketiga ilmu tersebut kita bisa mempelajari secara lebih mendalam cara berkomunikasi orang Arab secara benar.

Sebagai contoh, dalam bahasa Arab dikenal istilah kinâyah (kiasan), yang artinya lafal yang diucapkan menyimpan maksud berbeda. Jika tidak mengerti, pasti kesulitan memahami bahasa Arab. Apalagi, dalam bahasa Arab, salah  huruf atau harakat dapat berakibat salah makna.

Kitab Ilmu Balagah ini mutlak dibutuhkan dan dimiliki  untuk siapa pun yang ingin mempelajari bahasa Arab  lebih baik dan lebih sempurna lagi.

ISI BUKU

  • Syarat belajar bahasa Arab
  • Mukadimah tentang fashâhah dan balâghah
  • Penjelasan Lebih dalam tentang ilmu Ma’ani, ilmu Bayan, dan ilmu Badi’
  • Penjelasan Fashâhah al-Kalimah, Fashâhah al-Kalâm, dan Fashâhah al-Mutakallim
  • Saran bagi para guru ilmu Balagah
  • Contoh-contoh terapan tiap-tiap ilmu

Nahwul Qulûb adalah suatu cara agar dapat mengucapkan perkataan terpuji berdasarkan hati (al-Qashdu ila hamîd al-Qaul bi al-Qalb). Perkataan terpuji tersebut tidak lain merupakan dialog manusia dengan Allah (al-Haqq) melalui bahasa kalbu. Dengan cara memanggil Allah (al-munâdâh) dan merasakan kehadiran-Nya (al-munâjâh).

Kitab ini membuktikan penulisnya, Imam al-Qusyairi (986―1072 M), sebagai ahli tasawuf yang juga menguasai ilmu nahwu. Beliau telah membimbing para salik agar mengerti hakikat bahasa Tuhan yang penuh makna tersembunyi.

Buku syarat makna ini akan menjauhkan kita dari salah memahami Allah swt. lewat bahasa kalbu. Menjadi dekat dengan Allah, seorang hamba hendaknya menata hatinya, sebagai kunci menemukan hakikat kehadiran Tuhan.

Lumrah disalahpahami oleh para pejalan (salik): berlebihan dalam beribadah dan mengutamakan yang lahir. Sementara ketetapan sufi ada pada kemantapan hati. Melalui puluhan karyanya, Imam al-Qusyairi berhasil memisahkan mana yang haq dan yang batil. Kitab ini salah satu yang penting dipelajari.

Siapa Penulis Buku ini?

  • Imam al-Qusyairi
  • Tokoh tasawuf berpengaruh
  • Dikenal sebagai sufi yang mampu memisahkan khurafat dari ritual agama
  • Kitab terkenalnya, Risalah al-Qusyairiyya

Apa Isi Buku ini?

  • Menggabungkan antara tata bahasa dan tasawuf
  • Melihat sisi tasawuf dari gramatika Arab
  • Memantapkan hati dalam berdialog dengan Tuhan melalui bahasa kalbu

Apakah kelebihan buku ini?

  • Satu-satunya kitab tasawuf yang membahas tasawuf dari sisi linguistik
  • Ditulis oleh seorang Imam besar dalam bidang tasawuf
  • Diterjemahkan oleh ahli yang menguasai ilmu tasawuf
  • Dilengkapi peta buku
  • Pembabakan sesuai tema pembahasan

QUOTES:

  • Sosok al-Qusyairi memperkuat pandangan bahwa setiap ulama besar seperti dia tidak pernah mengabaikan urgensi disiplin keilmuan bahasa Arab
  • Nahwu secara bahasa berarti tujuan (al-Qashdu). Setiap manusia memiliki prinsip dan tujuan yang berbeda-beda. Ada sebagian orang yang menjadikan kefasihan lisan sebagai tujuannya mencari ilmu. Ada juga sebagian orang yang menjadikan kesucian hati sebagai tujuan utama.
  • Setelah tingkatan tamyîz seorang hamba telah sempurna, Allah swt. akan mempersiapkannya untuk memperbaiki keadaan hamba-hamba-Nya yang lain.
  • Seorang ‘ârif senantiasa menghadap Allah swt. dalam memperbaiki keadaannya dan berusaha menyamarkan dirinya agar tidak dikenal. Sehingga relasinya dengan Allah senantiasa berlangsung dan selalu terjaga karena dia menyembunyikan, menyamarkan, dan menutupinya dari orang lain.
  • Jazm adalah sifat seorang hamba meninggalkan jalan suluk yang sedang dia lalui. Oleh karena itu, jika seorang hamba selamat dari sikap menilai amalnya sendiri dan sikap meninggalkan jalan al-Haqq, maka derajatnya akan naik di sisi Allah.
  • jika kamu telah memulai suatu hal yang bersifat ‘ubûdiyyah, maka kesempurnaannya terletak pada fokusmu untuk menjaga apa yang telah kamu mulai.

 

DAFTAR ISI

 

Pengantar Penahkik

Biografi Imam Al-Qusyairi

Kitab Pertama

Nahwu Konvensional (Gramatika Eksoterik) dan Nahwul Qulûb (Gramatika Esoteris)

Kalâm

I’râb dan Binâ’

Ma’rifah dan Nakirah

Isim Mufrad dan Isim Tatsniyyah

Jamak

Asmâus Sittah

Fi’il-Fi’il

Mubtadâ’

Khabar

Fâ’il

Maf’ûl

Nâibul Fâ’il

Idhâfah

Kâna dan Kelompoknya

Inna dan Kelompoknya

Fi’il Mâdhî

Fi’il Mudhâri’

Fi’il Amar dan Fi’il Nahî

Na’at

Syarth dan Jazâ’/Jawâb

‘Athaf

Hamzah Washal

Huruf-Huruf Khafdh (Jar)

Mencegah Pengaruh Inna dan Kelompoknya

Fâ’ Jawâb

Nidâ’ (Panggilan/Seruan)

Fi’il Jâmid (Statis)

Kata Mâ dan Makna-Maknanya

Lâ Allatî Linafyil Jins

Kam Istifhâmiyyah dan Kam Khabariyyah

Huruf Qasam

Zharaf

Istitsnâ’

Ilhâq

Munsharif dan Ghairu Munsharif

Isim Tashghîr

Ta’ajjub

Hâl

Tamyîz

‘Adad dan Ma’dûd

Isim Maushûl

Nisbah

Jamak Qillah dan Jamak Katsrah

 

Kitab Kedua:

Bagian-Bagian Kalâm

Isim dan Asal-Usulnya

Penghalang Tanwîn

I’râb dan Binâ’

Badal

 

TEKS ARAB KITAB NAHWUL QULUB

Additional information

Weight 315 g
Dimensions 21 × 14 cm

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Nahwu Qulub – Pandangan Sufistik mengenai Ilmu Tata Bahasa”

Your email address will not be published. Required fields are marked *